SELAMAT DATANG PESERTA KURSUS "NURSING ETHICS"

Penerapan prinsip etik penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi pasien. Kerugian tersebut dapat menyebabkan injury atau bahaya fisik, bahaya emosional seperti perasaan ketidakpuasan, kecacatan bahkan kematian. Selain itu, akan menyebabkan ketidakpuasan pasien yang akhirnya berdampak buruk pada citra perawat dan pendapatan rumah sakit, pasien merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan maka tidak akan berobat kembali ke tempat tersebut karena merasa sudah tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. 

Dampak lain yang muncul pada perawat adalah perawat dipandang tidak sopan dan buruknya image perawat oleh pasien, sehingga pasien kurang percaya dan meragukan keahlian perawat. Perawat yang mengetahui tentang prinsip etik dan menerapkannya dalam pelayanan keperawatan kepada pasien akan menimbulkan kepuasan kepada pasien, mempertahankan hubungan antar perawat, pasien dengan petugas kesehatan lainnya, sehingga klien merasa yakin terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Pasien merasa lebih aman dan merasa pelayanan kesehatan yang diberikan berkualitas. 

Terdapat 7 prinsip etik keperawatan yaitu yaitu: 1) otonomi (menghormati hak pasien), 2) non maleficience (tidak merugikan pasien), 3) beneficience (melakukan yang terbaik bagi pasien), 4) justice (bersikap adil kepada semua pasien), 5) veracity (jujur kepada pasien dan keluarga), 6) fidelity (selalu menepati janji kepada pasien dan keluarga) dan 7) confidentiality (mampu menjaga rahasia pasien).

Oleh karena itu, kursus "Nursing Ethics" ini dirancang agar para mahasiswa keperawatan dan perawat klinik mampu memahami serta menerapkan prinsip etik dalam pelayanan keperawtan pada pasien.

Capaian embelajaran: Mahasiswa keperawatan dan perawat klinik diharapkan mampu memahami dan menerapkan 7 prinsip etik dalam pelayanan keperawatan dengan baik dan benar.